Tugas Akhir Lingkungan Bisnis
  • Enter Slide 1 Title Here

    Woody Magazine is a free premium blogger template. This is free for both personal and commercial use. However, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its designers and authors.
    This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

  • Enter Slide 2 Title Here

    Woody Magazine is a free premium blogger template. This is free for both personal and commercial use. However, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its designers and authors.
    This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

  • Enter Slide 3 Title Here

    Woody Magazine is a free premium blogger template. This is free for both personal and commercial use. However, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its designers and authors.
    This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

Selasa, 01 Maret 2016

Tujuan Bisnis yaitu mempertahankan perusahaan, mendapatkan keuntungan, dan pertanggungjawaban terhadap masyarakat. Faktor-faktor bisnis yaitu pemilik, pengelola/manajer, konsumen/nasabah, tenaga kerja/SDM. Pasar merupakan tempat transaksi pertukaran barang antaran pembeli dengan penjual.

Usaha yang tidak mencari keuntungan yaitu Rumah Sakit, Panti Asuhan, Panti Jompo, Tempat Ibadah, Sukarelawan, Palang Merah Indonesia, Pemadam Kebakaran. Semuanya itu merupakan kegiatan-kegiatan sosial.

Bisnis adalah segala bentuk kegiatan/aktivitas yang berupa finansial yang dapat menguntungkan.
Pengertian Bisnis menurut:
1)  Hugues         = usaha individu dalam mencari keuntungan dengan menghasilkan barang dan jasa guna memenuhi kepentingan masyarakat.
2) Brown      = usaha lembaga dalam pengadaan barang/jasa untuk memenuhi kepentingan masyarakat.
3)  Bowe Call        = setiap aktivitas/usaha mencari keuntungan.

Dalam usaha kita harus memiliki lokasi yang tepat/strategis sesuai dengan usaha, disiplin dalam usaha, dan kebiasaan/kesukaan individu yang sedang digemari di masyarakat.
Lingkungan Bisnis ada 4, yaitu;
1) Lingkungan sosial - kemasyarakatan,
2) Lingkungan ekonomi,
3) Lingkungan industri, dan
4) Lingkungan global.
Lingkungan Sosial

Demografi-nya berupa penduduk dan pelanggan/konsumen.

Dalam bisnis point lingkungan sosial - kemasyarakatan, produsen harus mengklasifikasikan;
- selera konsumen,
- tempat tinggal konsumen,
- kelompok usia konsumen, dan
- cuaca/iklim.

Usahan Insidenti adalah usaha musiman.

Lingkungan Ekonomi
Yang harus diperhatikan adalah pendapatan masyarakat. Pendapatan masyarakat dengan selera sangat berkaitan erat karena apabila pendapatan menurun maka selera masyarakat akan suatu barang akan rendah dan masyarakat akan mencari barang yang lebih murah dari sebelumnya.

Lingkungan Industri
Lingkungan ini menyangkut kalangan penghasil barang dan jasa. Kalangan-kalangan penghasil barang dan jasa selain kita (masyarakat) atau dalam arti lebih dari satu orang dengan sasaran yang sama.

Lingkungan Global
Menyangkut perubahan kebijakan-kebijakan ekonomi global. Contohnya : perubahan harga minyak di AS berdampak di Medan.

Tanggung jawab sosial suatu bisnis:
-ETIKA  = berhubungan dengan tingkah laku (jujur).
-ETIS     = bersoal norma umum (benar atau tidak bisnis yang dilakukan).

penulis : Arie Setyo Nugroho 
tugas dari Amikom

03.29   Posted by Arie Setyo Nugroho with No comments
Read More
Saya sangat mencintai musik, khusus nya fingerstyle. Sedikit nya kita perlu mengetahui sejarahnya juga , dan tidak ada salahnya untuk menambah wawasan dalam bermusik. Kali ini saya ingin sedikit berbagi kisah tentang sejarah fingerstyle, pengertian dan jenis-jenis nya, dari hasil kesimpulan berbagai macam artikel yang saya baca. Maupun hasil diskusi bersama dengan para seniman fingerstyle lainnya.



DEFINISI FINGERSTYLE

"Fingerstyle" berasal dari kata Fingerpicking - Style, yang secara harfiah dapat didefinisikan sebagai suatu tehnik gitar dimana senar di petik oleh ujung jari, kuku, atau pick yang di pasang di jari (fingerpick/thumbpick). berbeda dengan dengan tehnik flatpicking ( memetik not-not individual dengan flatpick, atau yang pada umumnya orang indonesia ketahui sebagai "pick" )



Melihat pada sejarah perkembangan instrumen Gitar, kita coba berkunjung ke sekitar abad - 18 dimana pada saat itu banyak Komposer-komposer era Klasik yang memainkan komposisi musiknya dengan instrumen Gitar. Seperti Franz Schubert, Fernando Carulli, Fernando Sor, dan Matteo Carcassi. Orang-orang tersebut telah banyak menulis karya-karya sebagai acuan pola dalam melatih petikan jari-jari tangan kanan ( tangan kiri bila anda kidal ), kita mengenal pola-pola tersebut sebagai sebuah pola Arpeggio. Arpeggio adalah sebuah rangkaian nada yang membentuk chord yang dimainkan secara individual tiap nada nya, yang sering di sebut sebagai perpecahan chord oleh masyarakat umum. Pola - pola Arpeggio yang dibuat pada era klasik itu , akhirnya bekembang menjadi basis dari tehnik Fingerpicking di dalam musik Folks ( musik rakyat ) di Eropa.



Dalam perkembangannya, istilah "Fingerstyle" mulai menuai kontroversi. Ada beberapa yang menyebut nya sebagai sebuah Tehnik , ada pula yang menyebut nya sebagai Genre Musik, dan ada juga yang menyebutnya sebagai sebuah Style dalam bermain gitar. Melupakan perbedaan pendapat tersebut sebuah asosiasi fingerstyle di Toronto (Canada) tempat dimana musik folks bluegrass berkembang, menyatakan sebuah pendapat secara tehnis bahwa "Fingerstyle" adalah ketika bagian-bagian tangan (temasuk jari) dapat bermain sebagai suatu unit individual saat memetik not dan "Fingerstyle" memungkinkan seorang gitaris memainkan beberapa macam elemen musik secara bersamaan dalam permainannya.



Berbagai sejarah terjadi dalam dunia petik-memetik instrumen berdawai , namun apa yang bisa kita simpulkan dari apa yang terlihat sekarang. "Fingerstyle" membuat sebuah permainan gitar menjadi layaknya sebuah miniatur Group Band, dimana secara normal bagian-bagian dari aransemen ataupun komposisi lagu fingerstyle di mainkan oleh beberapa orang di dalam sebuah band. Bass, Rhytm, Melodi, dan Perkusi dapat di mainkan secara bersamaan saat bermain "Fingerstyle".



02.33   Posted by Arie Setyo Nugroho with No comments
Read More

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Search